(jika pekat
malam membuatmu sendiri, keluar dan simaklah suara angin, tataplah bintang
karena mereka yang akan selalu menemanimu. Sambut dan namakan mereka “setia”)
Kunamakan
bunga karena kau harum diantara wewangian, mekar melebihi keindahan semesta.
Tak ada suasana yang indah tanpamu. Kau juga
titik-titik embun yang menetes saat fajar pertama kali mengintip bumi; sebuah
elegi pagi yang terbaca. Indah menghadirkan citra mempesona.
Kutulis surat ini sebagai penghormatan atas hatimu
yang kau titipkan padaku meski aku tak tahu seberapa banyak cinta yang
tersimpan didalamnya. Aku tak bisa menyentuhmu dari dekat karena aku jauh
melebihi bentangan samudra, tapi aku berusaha untuk selalu menyapamu sesering
mungkin dalam tiap rentetan hariku walau lewat bahasa kalbu.
Satu yang
pasti dan kuingin engkau juga tahu, bahwa tak ada jarak yang tak memisahkan;
semua memiliki pemisah. Jangan jadikan itu sebagai penghalang untuk kita tetap
tersenyum.
Semua
gelisahku hadir saat rindu berharap akan dirimu, memunculkan satu lagi
pekerjaan terindah yaitu memikirkanmu. Aku tak pernah lelah untuk melakukannya
bahkan banyaknya waktu yang terbuang, aku abaikan. Tawa atau tangis kita adalah
arti; sama seperti nafas yang terhembus setiap hari memiliki arti. Cobalah
berpikir untuk mengartikan setiap helaan nafas yang keluar, disitulah letak
cinta sebenarnya saat hidup tetap hidup.
Lewat angin kukirimkan rasa teridah
untukmu, rasa yang mewakili semua yang terindah dari nurani terdalam. Sapalah
jika dia menemuimu, karena suatu hari yang ajaib nanti aku pun akan datang
untuk mempertanyakan lagi cintamu.
Aku tak
tahu apakah aku memiliki cinta sejati atau tidak; tapi yang pasti bahwa darimu
aku belajar untuk memahami bagian lain dari cinta yang membuatnya mencapai satu
titik kesejatian, yaitu Kesetiaan.
Terima
kasih putri bunga tidurku, kau telah membangun kembali mimpiku menjadi berarti
dari yang selama ini diam. Kutitipkan
lagi semua yang terbaik dariku untukmu pada tiupan angin dan berharap dia
kembali membawa aroma wangimu dalam tiap hempasannya untukku..; Bunga
0 komentar:
Posting Komentar